Spesial Untuknya

So it is Valentine’s day today. Hoowraaayy…

Normalnya sih di hari ini kebanyakan pasangan akan merayakan hari spesial bersama sembari saling memberi hadiah sebagai ucapan kasih. Tapi, untuk pasangan yang terpisahkan jarak 5000 km plus beda negara juga, hari ini sama aja kayak hari-hari biasa. Jadiiii….sebagai pengganti hadiah valentine dan waktu bersama, saya putuskan untuk mendedikasikan tulisan ini saja untuk orang spesial itu. Lagipula, saya juga termasuk cukup jarang bercerita mengenai dia. Hehehe.

Kami bertemu pertama kali di kampus. Tidak ada yang istimewa layaknya kisah-kisah di dongeng klasik atau film drama romantis. Sedikitpun tidak. Malah terkesan sangat text book. Kami diperkenalkan oleh seorang teman. Masa-masa awal perkuliahan yang menyamaratakan mata kuliah sains untuk semua jurusan membuat kami sering bertemu dalam rangka ‘belajar bareng’. Dari teman belajar, teman makan, teman main, sampai teman satu kepanitiaan pernah kami jalani. Dari teman akhirnya berubah jadi sahabat dekat, saking seringnya ketemu plus jarak kosan yang dekat. And finally, we decided to enter the phase people called as ‘pacaran’. 🙂

The rest is history.

***

Dia bukan gadis tercantik yang pernah saya lihat, bukan pula yang paling pintar. Meski jelas kedua atribut itu — cantik dan pintar — ada padanya. Lebih dari itu, hal yang paling membuat saya menyukainya adalah kebaikan dan ketulusan nya. Tanyakan saja pada orang yang baru pertama kali berjumpa dengannya, pasti akan setuju dengan pernyataan saya tersebut.

Dia adalah pasangan yang luar biasa dan sangat penuh kasih. Saya mengagumi ketulusannya dalam mendukung saya di tiap langkah yang saya ambil. Bagi saya yang termasuk kategori manusia percaya-diri-tinggi-tapi-sekalinya-gagal-langsung-kecewa-mendalam, dia merupakan pasangan yang sempurna. Ajaibnya, hal yang sama berlaku juga sebaliknya bagi dia. Jadilah memang kami dua orang yang unik yang secara unik juga dipasangkan Sang Khalik.

Obsesi menjadi manusia salju.
Obsesi menjadi manusia salju.

Lima tahun lebih mengenalnya, saya pikir saya sudah mengenal hampir seluruhnya tentangnya. Saya salah. Dia tidak pernah berhenti membuat saya takjub, terkadang tercengang dan bahkan terheran-heran dengan kepribadiannya. Melalui dia saya belajar untuk semakin mengerti betapa uniknya pribadi seseorang itu dan tantangan terbesarnya adalah menerima secara utuh karakter yang dimilikinya itu tanpa mengurangi sedikitpun rasa kagum dan rasa hormat saya padanya.

Ketika bersama, kami tidak perlu berpura-pura menjadi seperti orang lain. Kami terbiasa menertawai dan terkadang menangisi sesuatu tanpa perlu merasa malu. Dia membuat saya merasa nyaman menceritakan apapun yang ada di dalam pikiran saya, dari hal paling serius sampai hal paling tidak penting sekalipun.

Mencintainya itu sangat mudah, tidak perlu waktu lama berada di dekatnya untuk jatuh hati padanya. Dia adalah jenis orang yang bergaul dengannya akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik dan akan menjadi lebih baik terus dari hari ke hari. Tipe orang yang kau akan berpikir dua kali untuk membuatnya kecewa. Itu pula yang menjadi alasan kerap kali saya mengucapkan permohonan maaf di banyak kesempatan, sesederhana karena saya merasa banyak tindakan yang saya perbuat akan mengecewakannya. 😦

Tersesat di antara ilalang.
Tersesat di antara ilalang.

Saat ini dia berada di tempat yang sangat jauh untuk alasan pekerjaan, tapi justru di momen-momen ini saya merasa berada sangat dekat dengannya. Mungkin benar, jarak bukan halangan yang paling besar meskipun memang mengganggu. Namun, lewat kegiatan berbagi cerita, dukungan dan doa itu semua bisa diatasi. Jarak juga yang akan menguji sekaligus menajamkan ikatan di antara kami.

Saya bersyukur untuk setiap momen-momen –baik dan buruk– yang bisa kami habiskan bersama. Saya tidak pernah menyesal sedikitpun mambagi waktu dan perhatian saya untuknya. Dan suatu kehormatan bagi saya dapat memperhatikannya dari waktu ke waktu sebagai teman terdekatnya.

Pada akhirnya semua proses ini mengajarkan pada saya apa yang disebut sebagai cinta bukanlah sesuatu yang murah dan kurang berharga. Sebaliknya itu sangat berharga dan menjadi layak untuk diperjuangkan. Dan apa yang lebih membuat spesial adalah saya menjalaninya bersamanya.

Selamat hari valentine! Hari yang katanya spesial untuk menunjukkan kasih sayang padahal ngga spesial-spesial amat karena tiap hari juga kita selalu menunjukkan kasih sayang.

By the way, namanya Ferty Yolanda Simatupang.

Niko.

Percakapan Dengan Sahabat Lama

Sebuah pembicaraan random tengah malam dengan teman lama. Berbicara panjang lebar mengenai organisasi, pelayanan, visi bahkan cinta. Berikut hasil percakapan yang disarikan dan dihapus bagian ngga pentingnya. Semoga ada hal baik yang bisa didapat dari percakapan ini.

N(Niko): Hei, apa kabar Bar? Kesibukan sekarang apa?

B(Barnabas): Kabar baik disini. Kesibukan sekarang paling jadi panitia senior osjur untuk angkatan 2012. Oh iya, aku jadi sekjen (sekretaris jenderal) juga di keluarga mahasiswa. Ini juga sekarang masih di kampus.

N: Widih, aktivis organisasi sekarang. Bagikan lah apa yang kau dapat dengan berorganisasi.

B: Softskill yang ga ada di perkuliahan bisa didapat dengan berorganisasi. Contohnya komunikasi selain itu ada juga tanggungjawab dan profesionalitas. Ya apalagi di jurusanku itu semacam kebutuhan gitulah, perlu itu. Istilahnya sekarang itu kita lagi latihan sebelum praktiknya nanti di dunia kerja.

N: Mantaplah. Udah tau nanti mau ngapain? 10 tahun lagi mau jadi apa?

B: Orang yang berguna. Jadi suami yang baik. Kalo mau lebih spesifik lagi ya aku mau jadi sarjana teknik yang kerja sesuai bidang keilmuannya. Kan ada juga tuh orang yang misalnya sarjana teknik tapi kerja di bank.

N: Nah, kalo ternyata 10 tahun lagi visimu itu ngga tercapai?

B: Ya berserah aja sama Tuhan. 😀

N: Selain di keluarga mahasiswa, ada kesibukan lain?

B: Paling di PMK. Kalo di PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) ngga jadi pengurus atau apapun, Cuma jadi anggota biasa. Tapi ya buatku pelayanan ngga terbatas hanya jadi pengurus PMK lah. Setiap kegiatan yang kulakukan itu juga pelayanan, kuliah, kegiatan di keluarga mahasiswa, bahkan video call kayak gini. Note that!

N: Ya, benar sih.

B: Iya, ndong. Menurutku itu penting buat kita punya komunitas yang benar yang bisa saling membantu dan menguatkan kita. Aku juga punya pemikiran kayak gini, penting juga buat kita pernah berada di komunitas yang salah. Karena dengan begitu, ketika kita udah masuk ke komunitas yang benar, kita tau kalo kita harus kembali ke komunitas yang salah tadi dan membenarkannya. Karena kan kita ini terang, terang itu ngga boleh kelamaan berkumpul dengan terang yang lain, justru harus ke tempat yang gelap berikan terang kita di sana. Beri dampak!

N: Oke bar, mantap!

P(Posma): Kau udah punya pacar Bar?

B: Udah, lihat aja di facebook kalo mau tau.

P: Yakin itu pilihanmu yang tepat? Udah sevisi?

B: Yakin sih. Tapi kadang ada juga sih pikiran ragu gitu apa benar itu yang Tuhan mau. Tapi kembali ke prinsip dasar lagi sih, kalo buatku pasangan kita itu harus dekat sama Tuhan. Kalo aku kenal dia ya emang dekat sama Tuhan jadi aku yakin. Begitu.

P: (Tersenyum puas sambil mengakhiri video call).

cetaklayar dari videocall

Percakapan di atas bukan fiksi. Kesamaan nama, tokoh dan tempat karena memang asli apa adanya. Saya bangga punya teman seperti Barnabas. Salam hangat dan sukses selalu Bar. Gbu 😀

Salam.

NPP