Piala Dunia sudah memasuki fase akhir dan sebentar lagi akan mementaskan dua laga semifinal yang masing-masingnya adalah pertandingan Prancis vs Belgia dan Kroasia vs Inggris. Di awal turnamen, saya sebenarnya menjagokan salah satu di antara Jerman dan Argentina yang akan mengangkat trofi Jules Rimet setelah laga final berakrir. Namun apa dikata, kedua tim harus pulang di awal. Jerman malah lebih naas nasibnya karena sebagai juara bertahan malah tidak sanggup menembus fase grup.
Pilihan jagoan mengerucut ke empat tim yang disebut di atas. Siapa yang saya jagokan kemudian? Setelah merenung, menganalisis dan menimbang, saya akhirnya memiliha BELGIA untuk dijagokan keluar jadi juara.
Setidaknya ada tiga alasan besar bagi saya memantapkan pilihan mendukung mereka:
1. GENERASI EMAS
Sebenarnya sudah sejak 2014 di Piala Dunia edisi sebelumnya Belgia digadang-gadang akan menjadi tim yang berpotensi juara. Alasannya adalah tim nasional mereka yang pada saat itu dihuni oleh nama-nama pemain bintang yang berkiprah di Premier League. Eden Hazard, Vincent Kompany, Jan Verthongen, Thibaut Courtouis, Moussa Dembele adalah sebagian dari nama-nama beken yang dibawa dan adalah andalan dari klub-klub Premier League. Kegagalan mereka pada waktu itu (dan juga di turnamen Euro dua tahun setelahnya) lebih dikarenakan faktor para pemainnya yang masih minim pengalaman bermain di turnamen internasional.

Dengan squad yang masih relatif sama dengan turnamen sebelumnya, saya pikir kali ini mereka akan mendapatkan hasil berbeda. Squad mereka kali ini tidak hanya sekadar diisi oleh sekadar pemain-pemain berbakat, tapi juga pemain yang sudah mencapai kematangan dari segi usia dan pengalaman bermain.
2. PELATIH (DAN ASISTEN PELATIH)
Roberto Martinez tadinya hanya seorang manajer yang kelasnya adalah persaingan papan tengah Premier League (bersama Everton). Ketika ditunjuk pun banyak yang skeptis dia akan sukses menangani tim Belgia ini. Tapi perjalanan di Piala Dunia seolah membungkam semua kritik, dua pertadingan terakhir Belgia sebelum mencapai semi final menunjukkan kejelian seorang Martinez dalam segi taktik dan pemahamannya akan tipikal gaya bermain para pemainnya. Ketika melawan Jepang di babak 16 besar, Belgia (secara mengejutkan) sempat tertinggal 2 gol, namun Martinez menggunakan pergantian pemain untuk kemudian memasukkan dua orang pemain yang membuat orang mengernyitkan dahi. Tanpa disangka justru dua orang itu yang kemudian mencetak gol untuk memastikan langkah Belgia ke fase berikutnya. Di babak 8 besar, melawan Brasil yang menjadi tim unggulan, Martinez memulai laga dengan formasi tidak umum. Menggunakan barisan gelandang-gelandang dengan atribut defensif dan menempatkan Kevin De Bruyne sebagai false nine. Inovasi yang akhirnya menjadikan Belgia keluar sebagai pemenang sekaligus mengirim Neymar dkk. pulang lebih cepat dari Rusia. Faktor tersebut rasanya sudah cukup untuk menunjukan betapa juga Martinez juga sangat berperan dalam progres yang dialami tim nasional Belgia.

Selain Martinez, ada satu sosok juga di bench tim Belgia yang kerap menarik perhatian. Tak lain dan tak bukan adalah seorang pemenang Piala Dunia dan legenda sepakbola, Thierry Henry. Ini juga menjadi pembeda karena seperti diakui oleh para pemain Belgia, Henry banyak memberi masukan berupa saran dan motivasi dalam menghadapi situasi pertandingan. Ini juga sekaligus menutup kekurangan tim tersebut dalam hal kurangnya pengalaman.
3. Kevin de Bruyne
Hazard adalah tukang gocek dan tukang teror pertahanan lawan dari sisi lapangan, Lukaku adalah penyelesai serangan akhir andalan Belgia dan Fellaini adalah Fellaini (saya bingung harus mendeskripsikan apa untuk pemain satu ini). Lalu, apa deksripsi yang tepat untuk seorang Kevin de Bruyne? Saya meminjam istilah dari komik Jepang yang dulu sangat saya sukai: Fantasista.

Menurut saya pribadi, De Bruyne adalah pemain yang levelnya ada di level tersendiri di atas level pemain-pemain Belgia, bahkan Hazard sekalipun. Berbicara mengenai Kevin de Bruyne kita tidak usah lagi bicara mengenai passing, crossing, dribbling atau shooting yang adalah atribut-atribut dasar sepakbola. Bagi saya, yang mengagumkan dari seorang Kevin de Bruyne adalah level intelejensi, ketenangan, presisi dan pengambilan keputusan yang mengagumkan. Pemain ini adalah dirijen dari permainan Belgia. Kemampuannya adalah yang membuat Belgia mampu bermain dengan tambahan atribut unpredictable.
Setiap tim hebat yang menjuarai Piala Dunia pasti memiliki satu orang figur menonjol yang menjadi pembeda di timnya, dan menurut saya di Piala Dunia kali ini Belgia telah memiliki sosok tersebut dalam diri Kevin de Bruyne.
Salam olahraga,