Syukur dan Terimakasih

Selesai sudah.

Perjalanan saya menempuh pendidikan strata satu resmi berakhir pada tanggal 13 Juli 2013. Bersamaan dengan derasnya hujan di kota Bandung pada Sabtu kemarin, resmi pula nama saya bertambah panjang. Niko Pratama Purba, nama yang diberikan orangtua saya kini ada tambahan gelar ST di yang mengikuti di belakangnya, yang berarti Sarjana Teknik (beserta segala hak dan kewajiban yang melekat pada gelar tersebut).

Haru campur bangga, sedih juga bahagia, betapa campur aduk perasaan saya ketika nama saya dipanggil untuk maju di Sidang Terbuka Program Sarjana saat itu. Sepuluh tahun lalu, siapa berani berkhayal saya akan berada di tahap ini, maju ke mimbar di hadapan para guru besar menjabat tangan seorang rektor Institut Teknologi Bandung. Institut yang katanya terbaik di seantero tanah air. Institut yang katanya (selalu) melahirkan dan membentuk tokoh-tokoh besar negeri ini. Institut yang katanya jika seseorang bertanya maka di tempat itu harus selalu ada jawabannya. Sungguh, saya tidak pernah terbayang. Orangtua saya pun tidak. Hanya Tuhan yang tahu.

Photo credit to @anisacorina
Photo credit to @anisacorina

Saya diterima di ITB karena anugerah-Nya dan saya keluar dari ITB pun lagi-lagi itu hanya karena kemurahan-Nya.Teringat dahulu ketika masih SD, saya sangat bercita-cita menjadi dokter, tapi Tuhan dengan cara-Nya yang unik membuat saya ‘membanting setir’ ke jalan lain. Saya pun diarahkan ke ITB. Satu hal yang tetap saya yakini, Tuhan punya rencana atas studi yang saya tempuh hingga saat ini dan saya yakin rencana-Nya adalah yang terbaik. Saya bersyukur, hingga pada hari ini tiga hari setelah acara wisuda pun saya masih tetap bersyukur atas kelulusan saya dan proses pembelajaran yang sudah saya jalani hingga saat ini. Ah, betapa baiknya Tuhan itu.

Pada kesempatan ini, ijinkan pula saya menghaturkan terimakasih pada orang-orang yang sangat berjasa pada saya selama saya menempuh studi empat tahun terakhir ini:

  • Orangtua saya dan seluruh keluarga besar, cinta yang hangat dari kalian yang selalu menjadi ‘baterai’ bagi saya menjalani setiap tahapan kehidupan.
  • Teman terbaik saya sekaligus kekasih tercinta, Ferty Yolanda Simatupang. Untuk pengertian, kesabaran dan ketulusan dalam mengasihi saya, meskipun selalu jadi objek pem-/bully/-an.
  • Mas Bonar yang menjadi guru, mentor dan orang yang menginspirasi saya. Banyak sosok pengajar, tapi hanya sedikit pendidik. Dari sekian pendidik, hanya segelintir yang mendidik dengan baik. Dan, Anda adalah yang terbaik!
  • Segenap staf pengajar dan pegawai di Teknik Perminyakan ITB. Mereka adalah pahlawan bagi saya.
  • Teman-teman di LPMI Bandung, yang mana dari mereka saya banyak belajar banyak hal dan mengalami pembentukan karakter hingga menjadi ‘murid’ yang lebih baik. Kalian adalah saudara-saudara yang terbaik yang pernah ada!
  • Teman-teman dari Teknik Perminyakan, khususnya angkatan 2009, Petrofamily. Saya banyak belajar dari impian-impian besar kalian. Semoga semua impian itu bisa terwujud dan demi kebaikan semua orang.
  • Semua penjahat, koruptor dan orang-orang bermasalah yang sering saya lihat di televisi. Tanpa kalian saya jadi tahu apa yang tidak baik dan semoga saya bisa menjadi orang yang baik.
  • – Semua teman-teman yang pernah saya jumpai dan pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Doa saya bersama kalian semua.

Terimakasih. Sekali lagi, terimakasih.

npp.

Leave your reply