Saya harus mengatakan bahwa adalah salah ketika Natal tiba dan yang kita ingat justru adalah hal-hal tersebut dan melupakan sama sekali pesan inti dari Natal itu sendiri yaitu kasih Allah dan pengorbanan Yesus Sang Mesias.
Selama bulan Desember ini, saya secara iseng melakukan survei bertemakan “Arti Natal”. Saya bertanya ke 14 orang yang saya temui secara random dan pertanyaan saya adalah “Apa yang kamu ingat pertama kali ketika mendengar Natal?”.
Jawabannya beragam, tapi saya persingkat saja dengan mengkategorikan ke dalam 3 hal dan beginilah hasilnya:

Kalau sudah begini, saya jadi teringat tentang khotbah seorang pendeta suatu kali. Beliau berkata di Amerika dan sebagian negara-negara Eropa, Natal sudah tidak dirayakan untuk memperingati kasih Allah dan pengorbanan Yesus Kristus tapi orang-orang lebih menganggap Natal sebagai musim berlibur. Dengan salju dimana-mana, musik dan hiasan Natal di ruangan rumah, maka itulah Natal bagi mereka.

Saya tidak menyatakan bahwa menghias pohon Natal, atau mendengar lagu-lagu Natal, atau bahkan berkumpul bersama keluarga itu salah. Tidak sama sekali. Tapi saya harus mengatakan bahwa adalah salah ketika Natal tiba dan yang kita ingat justru adalah hal-hal tersebut dan melupakan sama sekali pesan inti dari Natal itu sendiri yaitu kasih Allah dan pengorbanan Yesus Sang Mesias. Berita mengenai Kristus dan misi-Nya mendamaikan manusia dengan Allah itulah yang harus jadi pusat dari perayaan Natal.

Saya tidak sedang menghakimi siapapun, tidak juga menghakimi orang-orang yang saya tanyakan di atas. Saya tidak tahu juga apa yang ada dalam hati mereka ketika saya tanyakan pertanyaan tersebut. Mungkin saja mereka menganggap saya bercanda ketika menanyakan mereka dan mereka membalas dengan jawaban yang ngasal juga. Who knows 😀
Sebagai penutup, ijinkan saya mengucapkan Selamat Natal bagi setiap orang yang membaca kiriman ini. Damai sejahtera dari Kristus bersama kita semua.
Salam.
NPP