Percakapan Dengan Sahabat Lama

Sebuah pembicaraan random tengah malam dengan teman lama. Berbicara panjang lebar mengenai organisasi, pelayanan, visi bahkan cinta. Berikut hasil percakapan yang disarikan dan dihapus bagian ngga pentingnya. Semoga ada hal baik yang bisa didapat dari percakapan ini.

N(Niko): Hei, apa kabar Bar? Kesibukan sekarang apa?

B(Barnabas): Kabar baik disini. Kesibukan sekarang paling jadi panitia senior osjur untuk angkatan 2012. Oh iya, aku jadi sekjen (sekretaris jenderal) juga di keluarga mahasiswa. Ini juga sekarang masih di kampus.

N: Widih, aktivis organisasi sekarang. Bagikan lah apa yang kau dapat dengan berorganisasi.

B: Softskill yang ga ada di perkuliahan bisa didapat dengan berorganisasi. Contohnya komunikasi selain itu ada juga tanggungjawab dan profesionalitas. Ya apalagi di jurusanku itu semacam kebutuhan gitulah, perlu itu. Istilahnya sekarang itu kita lagi latihan sebelum praktiknya nanti di dunia kerja.

N: Mantaplah. Udah tau nanti mau ngapain? 10 tahun lagi mau jadi apa?

B: Orang yang berguna. Jadi suami yang baik. Kalo mau lebih spesifik lagi ya aku mau jadi sarjana teknik yang kerja sesuai bidang keilmuannya. Kan ada juga tuh orang yang misalnya sarjana teknik tapi kerja di bank.

N: Nah, kalo ternyata 10 tahun lagi visimu itu ngga tercapai?

B: Ya berserah aja sama Tuhan. πŸ˜€

N: Selain di keluarga mahasiswa, ada kesibukan lain?

B: Paling di PMK. Kalo di PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) ngga jadi pengurus atau apapun, Cuma jadi anggota biasa. Tapi ya buatku pelayanan ngga terbatas hanya jadi pengurus PMK lah. Setiap kegiatan yang kulakukan itu juga pelayanan, kuliah, kegiatan di keluarga mahasiswa, bahkan video call kayak gini. Note that!

N: Ya, benar sih.

B: Iya, ndong. Menurutku itu penting buat kita punya komunitas yang benar yang bisa saling membantu dan menguatkan kita. Aku juga punya pemikiran kayak gini, penting juga buat kita pernah berada di komunitas yang salah. Karena dengan begitu, ketika kita udah masuk ke komunitas yang benar, kita tau kalo kita harus kembali ke komunitas yang salah tadi dan membenarkannya. Karena kan kita ini terang, terang itu ngga boleh kelamaan berkumpul dengan terang yang lain, justru harus ke tempat yang gelap berikan terang kita di sana. Beri dampak!

N: Oke bar, mantap!

P(Posma): Kau udah punya pacar Bar?

B: Udah, lihat aja di facebook kalo mau tau.

P: Yakin itu pilihanmu yang tepat? Udah sevisi?

B: Yakin sih. Tapi kadang ada juga sih pikiran ragu gitu apa benar itu yang Tuhan mau. Tapi kembali ke prinsip dasar lagi sih, kalo buatku pasangan kita itu harus dekat sama Tuhan. Kalo aku kenal dia ya emang dekat sama Tuhan jadi aku yakin. Begitu.

P: (Tersenyum puas sambil mengakhiri video call).

cetaklayar dari videocall

Percakapan di atas bukan fiksi. Kesamaan nama, tokoh dan tempat karena memang asli apa adanya. Saya bangga punya teman seperti Barnabas. Salam hangat dan sukses selalu Bar. Gbu πŸ˜€

Salam.

NPP

Makrab Petrofamily

Saya lupa bagaimana tepatnya proses dipilihnya nama Petrofamily. Ah iya, sudah 2 tahun lebih sejak saya ikut kumpul pertama Teknik Perminyakan angkatan 2009 waktu itu. Yang jelas, nama Petrofamily akhirnya resmi dipilih jadi nama angkatan dan waktu itu juga sekalian dibuatin desain lambing petrofamily dan warna untuk baju angkatan yaitu abu-abu. So memorable πŸ™‚

Kembali ke topic utama yang ingin saya ceritakan. Jadi tanggal 15-18 kemarin ada long weekend dan sudah disepakati dari sebulan sebelumnya kalau di tanggal tersebut akan diadakan makrab Petrofamily. Yudha H.M., orang yang mendapat kehormatan untuk mengoordinasikan dan memastikan keberjalanan acara legendaris ini. Gimana ngga legendaris coba? Kapan lagi ada waktu bisa ngumpul bareng-bareng satu angkatan dan bebas dari tekanan akademik perkuliahan?

Terlepas dari kurangnya informasi terkait persiapan acara dan kegalauan sang ketua makrab sebelum hari-H, harus saya akui ini makrab terbaik yang pernah saya ikuti! Well, sejujurnya saya memang baru sekali ini mengikuti makrab. Pemilihan tempat di villa Maribaya dan penunjukan Puja dan Boy jadi kordinator acaranya juga sangat pas. I can’t expect more lah.

Acara-acara mulai dari sharing KP, pemutaran video, penampilan teatrikal dari Soni sampai chicken fight benar-benar keren lah. Seratus persen menghibur dan membuat senang. Malamnya ada acara bakar-bakar sosis dan jagung ditambah es buah. Kurang apa lagi coba? Terakhir ada DoTA wars juga sampe subuh. Gue benar-benar harus bilang wow!

Foto di depan villa sebelum pulang

Sedikit kritik buat acara makrab kali ini, waktunya terlalu singkat. Saran kalau misalnya ada makrab selanjutnya tolonglah waktunya ditambah, kalo bisa 3 hari 2 malam gitu. Ya intinya, makrab kemarin terlalu menyenangkan dan berkesan lah πŸ™‚ . Saya juga berharap jika ada makrab di lain kesempatan kita bisa kumpul full team satu angkatan karena seingat saya kita belum pernah ngumpul lengkap. Akhir kata, terima kasih, Petrofamily!

Sebagai kutipan penutup dari saya,

Makrab boleh berakhir tapi biarlah semangat berkompetisi DoTA tetap berkobar selalu

Salam.

NPP

Simplicity

Simplicity is the ultimate sophistication.

Kutipan Leonardo Da Vinci di atas yang kini sering dikutip oleh raksasa teknologi Apple benar-benar banyak menginspirasi saya belakangan ini. Saya tidak tahu apakah memang sudah natur manusia untuk menyukai hal-hal rumit tapi memang begitulah kenyataan yang sering kita dapati. Semakin rumit suatu hal kesannya keren, hebat, dahsyat dan sebagainya.Β Memperumit suatu hal atau permasalahan adalah hal yang paling mudah dilakukan, tetapi menyederhanakan masalah tersebut itu baru namanya tantangan, demikian bunyi salah satu pepatah.

Berangkat dari masalah tersebut, iseng-iseng saya membuka halaman blog saya dan saya mendapati bahwa tampilan muka halaman tersebut jauh dari kesan yang menunjukkan simplicity. Terlalu ramai, banyak widget yang kurang perlu, sedikit informasi dan hampir tidak ada space kosong. Melihatnya membuat saya teringat gudang di rumah saya. Coba lihat screenshot di bawah ini

Tampilan halaman muka blog saya sebelumnya

Saya beruntung mempunyai teman unik tapi asik dan berisik bernama Okihita. Well, dia yang mengajarkan secara tidak langsung pada saya bahwa space kosong merupakan bagian dari desain dan menambahkan kesan simpel dan tidak kacau. Setelah 15 menit mengutak-atik beberapa bagian maka saya mengubah tampilan muka blog saya menjadi

Tampilan muka blog setelah diperbarui

Terlihat lebih baik bukan?

Tapi tunggu dulu, widget goodreads di kanan bawah itu agak mengganggu. Lagipula, saya bukan orang yang cukup rajin membaca buku dan mengupdate daftar goodreads. Maka, solusinya hilangkan saja widget tersebut. Simpel bukan? πŸ˜€

Tampilan antar muka paling baru

Saya cukup puas dengan hasil akhir dari tampilan blog ini, benar-benar simpel. πŸ˜€

Mudah-mudahan simplicity tersebut tidak hanya bisa saya terapkan pada blog namun juga dalam seluruh aspek kehidupan mulai dari pola pikir, gaya hidup dan sebagainya, itu harapan saya ke depannya. Sekian postingan tidak penting ini saya buat.

Salam